Cara Daftar UMKM Online Terbaru dan Dapatkan BLT 1,2 Juta | Spacetoon.co.id

Cara Daftar UMKM Online Terbaru dan Dapatkan BLT 1,2 Juta | Spacetoon.co.id

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15,36 triliun untuk programme support bagi para pelaku upaya UMKM dan rencananya bakal disalurkan kepada 12,8 juta penerima. Itulah kenapa banyak pelaku upaya nan mencari informasi terkait langkah daftar UMKM online untuk mendapatkannya.

Untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima support UMKM, tentunya para pelaku upaya kudu memenuhi beberapa persyaratan nan telah di tentukan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah informasi seputar langkah daftar UMKM online dan perihal lainnya terkait syarat dan pembuatannya.

Sekilas tentang UMKM, Pengertian dan Karakteristik

Sebelum membahas gimana langkah daftar UMKM online, ada baiknya Anda mengetahui tentang apa nan disebut UMKM dan gimana kriterianya. Sehingga Anda bisa lebih memahami jenis UMKM nan saat ini tengah Anda kembangkan.

UMKM sendiri merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Jenis upaya ini bisa diartikan sebagai upaya perdagangan nan dikelola oleh perorangan alias badan upaya nan merujuk pada jenis upaya ekonomi kreatif.

UMKM menurut Bank Dunia

UMKM-menurut-Bank-Dunia

Menurut Bank Dunia, UMKM dibedakan menjadi 3 pengelompokkan nan didasarkan pada jumlah karyawan, aset dan pendapatan. Jenis UMKM nan dimaksud adalah:

1. Micro Enterprise

Yang termasuk dalam jenis upaya Micro Enterprise adalah kegiatan upaya nan di dalamnya mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 30 orang. Sementara untuk pendapatannya dalam satu tahun tidak lebih dari USD 3 juta.

2. Small Enterprise

Berbeda dari Micro Enterprise, nan dimaksud dengan Small Enterprise adalah jenis upaya nan mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 100 orang.

3. Medium Enterprise

Sementara untuk jenis upaya Medium Enterprise jumlah tenaga kerja di dalamnya tidak lebih dari 300 orang, sementara pendapatannya per tahun mencapai USD 15 juta dan full jumlah aset sebesar USD 15 juta.

UMKM menurut Undang-Undang

UMKM-menurut-Undang-Undang

Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, pemerintah mengelompokkan jenis upaya berasas aset dan omset. Jenis upaya ini dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Usaha Mikro

Yang disebut upaya mikro dalam UMKM adalah jenis upaya produktif nan dimiliki oleh perorangan alias badan upaya sesuai nan telah diatur di dalam Undang-Undang tersebut. Pada jenis upaya mikro ini omzet nan dihasilkan dalam satu tahun tidak lebih dari Rp 300 juta.

Sementara untuk jumlah aset upaya nan dimiliki alias kekayaan bersih maksimal Rp 50 juta namun jumlah tersebut di luar aset tanah maupun gedung usaha.

Pada jenis upaya ini pengelolaan keuangannya tetap sering tercampur dengan finansial pribadi. Adapun contohnya adalah pedagang mini di pasar, warung kelontong, upaya pangkas rambut, pedagang asongan, dan lain-lain.

2. Usaha Kecil

Yang disebut dengan upaya mini adalah jenis upaya produktif nan telah berdiri sendiri, baik milik perorangan maupun badan usaha, namun bukan merupakan bagian alias anak perusahaan dari perusahaan lainnya.

Adapun kekayaan bersih dari jenis upaya ini berkisar antara Rp 50 juta – Rp 500 juta dan omzet penjualan per tahun antara Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar. Jika dibandingkan dengan upaya mikro, pengelolaan finansial pada jenis upaya ini sudah lebih profesional.

Beberapa contoh jenis upaya mini UMKM antara lain adalah bengkel motor, restoran kecil, upaya fotokopi, katering dan lain sebagainya.

3. Usaha Menengah

Sedangkan nan disebut dengan upaya menengah dalam UMKM adalah jenis upaya ekonomi produktif nan telah berdiri sendiri dan dimiliki oleh perorangan maupun badan usaha. Namun jenis upaya ini bukanlah anak perusahaan alias bagian dari upaya nan lainnya.

Kekayaan bersih dari jenis upaya ini di luar tanah dan gedung bisa lebih dari Rp 500 juta dan maksimal Rp 10 miliar. Sementara omzet tahunannya lebih dari Rp 2,5 miliar dan maksimal Rp 50 miliar.

Jenis upaya ini sudah dikelola secara ahli dengan sistem pengelolaan finansial nan terpisah dan sudah mempunyai legalitas. Beberapa contohnya adalah perusahaan roti skala rumahan, toko gedung hingga restoran besar.

Pembagian UMKM secara Statistik

Pembagian-UMKM-secara-Statistik

Berbeda dari pembagian jenis UMKM sebelumnya nan melibatkan jumlah karyawan, pendapatan, hingga aset dan kekayaan, pembagian UMKM secara statistik lebih didasarkan pada beberapa sektor ekonomi seperti berikut ini:

  • Pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan.
  • Keuangan, jasa dan persewaan.
  • Perdagangan, restoran dan hotel.
  • Penggalian dan pertambangan.
  • Air bersih, listrik dan gas.
  • Angkutan dan komunikasi.
  • Bangunan.
  • Jasa.
  • Industri pengolahan.

Karakteristik dan Kriteria UMKM

Karakteristik-dan-Kriteria-UMKM

Berdasarkan perkembangannya, UMKM bisa dibedakan menjadi beberapa karakteristik. Untuk saat ini setidaknya ada 4 kriteria UMKM yaitu:

1. Livelihood Activities

Yaitu UMKM nan umumnya bergerak di sektor informal dan digunakan sebagai salah satu kesempatan kerja untuk mencari nafkah.

2. Micro Enterprise

Yaitu jenis UMKM nan mempunyai sifat pengrajin tetapi tidak mempunyai sifat kewirausahaan.

3. Small Dynamic Enterprise

Yaitu jenis UMKM nan sudah mempunyai jiwa kewirausahaan dan bisa menerima pekerjaan subkontrak serta ekspor.

4. Fast Moving Enterprise

Yaitu jenis UMKM nan sudah mempunyai jiwa kewirausahaan serta bisa melakukan transformasi upaya ke skala nan lebih besar.

Masalah nan Dihadapi UMKM di Masa Pandemi

Masalah-yang-Dihadapi-UMKM-di-Masa-Pandemi

Sebagai jenis upaya nan berdiri sendiri, perkembangan UMKM sangat tergantung pada penjualan. Sementara di masa pandemi kondisi ekonomi masyarakat semakin menurun akibat adanya kebijakan PPKM serta PHK nan banyak terjadi di perusahaan.

Kondisi tersebut menimbulkan masalah tersendiri bagi para pelaku UMKM sehingga kudu betul-betul berjuang agar bisa tetap memperkuat dan mendatangkan pendapatan meskipun omzetnya menurun secara drastis.

Adapun beberapa masalah nan dihadapi UMKM di masa pandemi antara lain adalah:

  • Menurunnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi nan semakin sulit, dimana banyak diantara masyarakat nan menjadi korban PHK dan tidak mempunyai penghasilan tetap.
  • Adanya halangan dalam pendistribusian akibat kebijakan PPKM nan diterapkan di beberapa wilayah.
  • Kesulitan dalam mengakses pinjaman modal dari slope sehingga banyak diantara pelaku upaya nan meminjam modal pada pihak lain dengan kembang nan tinggi.
  • Kesulitan dalam mendapatkan bahan baku serta terhambatnya produksi lantaran adanya pembatasan mobilitas masyarakat.

Terkait dengan persoalan tersebut, maka pemerintah berupaya untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat dan pelaku upaya melalui beragam macam programme bantuan. Salah satu programme nan sangat berfaedah bagi para pelaku upaya adalah BLT UMKM alias BPUM.

BLT UMKM ini secara unik diperuntukkan bagi para pelaku UMKM nan terdampak pandemi Covid-19. Tujuannya adalah agar kondisi ekonomi masyarakat bisa pulih dan kembali produktif.

Manfaat BLT UMKM

Manfaat-BLT-UMKM

Bantuan dari pemerintah pada programme BLT UMKM diberikan sebesar Rp 1,2 juta per orang dan diharapkan bisa menjadi solusi tepat untuk tambahan modal agar pelaku upaya bisa tetap memperkuat dan mempunyai pemasukan.

BLT UMKM nan diberikan pemerintah kepada pelaku upaya ini memang bisa memberikan faedah nan sangat berfaedah lantaran kegiatan upaya nan dijalankan bisa tetap memperkuat dengan adanya tambahan modal nan telah diberikan.

Modal tambahan tersebut rupanya juga dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi dan apalagi sebagai modal untuk membuka upaya baru nan potensinya lebih menjanjikan lantaran upaya sebelumnya tidak berkembang.

Keberhasilan pelaku upaya dalam mengembangkan bisnisnya di masa pandemi juga bisa membuka lapangan kerja baru sehingga memberikan solusi bagi korban PHK nan terdampak pandemi. Namun untuk mendapatkan BLT UMKM tersebut, Anda kudu sudah memenuhi semua persyaratannya.

Persyaratan untuk Mendaftar UMKM Online

Persyaratan-untuk-Mendaftar-UMKM-Online

Sebelum masuk pada pembahasan langkah daftar UMKM online, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dulu apa nan menjadi persyaratan umum untuk bisa melakukan pendaftaran. Adapun persyaratan nan kudu dipenuhi adalah seperti berikut:

1. Persyaratan Umum

  1. WNI alias Warga Negara Indonesia.
  2. Tidak berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun TNI/POLRI, serta bukan merupakan pegawai di BUMN alias BUMD.
  3. Memiliki upaya skala mikro nan telah dibuktikan dengan adanya surat usulan calon penerima BPUM nan diperoleh dari Dinas Koperasi dan UKM di daerah setempat.
  4. Tidak sedang dalam masa menerima pinjaman di slope ataupun KUR (Kredit Usaha Rakyat).

2. Persyaratan Dokumen

  1. Melampirkan fotokopi karti identitas KTP.
  2. Melampirkan Kartu Keluarga (KK).
  3. Melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB).
  4. Melampirkan foto upaya UMKM.
  5. Melampirkan SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) dari Dinas Koperasi dan UKM di daerah setempat.
  6. Bukti kepemilikan UMKM dengan Surat Keterangan Usaha (SKU), Nomor Izin Berusaha (NIB) serta Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

Cara Membuat NIB

Cara-Membuat-NIB

Salah satu syarat langkah daftar UMKM Online adalah melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagi Anda nan belum memilikinya maka bisa melakukan beberapa prosedur seperti berikut ini:

  1. Pertama silahkan buat akun OSS (Online Single Submission) di laman resmi OSS di nexus berikut oss.go.id/oss.
  2. Jika sudah sukses masuk ke laman tersebut maka klik paper Daftar nan ada di pojok kanan atas.
  3. Silahkan isi informasi diri pada kolom nan tersedia.
  4. Jika proses pendaftaran sudah selesai, Anda bisa melakukan aktivasi akun melalui tombol aktivasi.
  5. Selanjutnya silahkan masuk ke akun OSS dan isi informasi nan diperlukan.
  6. Jika sudah, Anda bisa masuk kembali ke laman OSS dan masuk menggunakan akun nan telah diaktifkan sebelumnya.
  7. Pada bagian username bisa diisi dengan email sementara bagian password bisa diisi dengan password nan telah dikirimkan ke email sebelumnya.
  8. Selanjutnya silahkan klik paper Perizinan Mikro dan klik Pengajuan Baru.
  9. Anda bisa mengisi semua informasi nan diperlukan seperti nama usaha, sektor usaha, kegiatan usaha, sarana usaha, alamat usaha, presumption tempat usaha, jumlah tenaga kerja, hingga perkiraan hasil penjualan. Jika sudah diisi bisa langsung klik Simpan Data.
  10. Kemudian Unduh NIB (Nomor Induk Berusaha) dengan klik Simpan dan Lanjutkan.
  11. Selanjutnya silahkan klik pada tombol Proses NIB dan ikuti langkahnya dan klik tombol NIB untuk menerbitkan NIB nan diajukan.

Adapun syarat nan diperlukan dalam pembuatan NIB antara lain adalah:

  • Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan memasukkannya pada proses pembuatan user-ID. Bagi pelaku UMKM berbentuk badan upaya maka NIK nan dimasukkan adalah NIK dari penanggungjawab badan usaha.
  • Sebelum mengakses OSS, pelaku upaya berbentuk PT, badan upaya nan didirikan koperasi, yayasan, CV, firma dan persekutuan perdata kudu menyelesaikan pengesahannya di Kementerian Hukum dan HAM melalui AHU Online.
  • Adapun bagi pelaku upaya berbentuk perum alias badan norma lainnya nan dimiliki negara maka kudu menyiapkan dasar norma pembentukan badan usaha.

Cara Membuat IUMK secara Online

Cara-Membuat-IUMK-secara-Online

Selain NIB persyaratan lain nan kudu dipenuhi pada langkah daftar UMKM online adalah melampirkan IUMK alias (Izin Usaha Mikro dan Kecil). Bagi Anda nan belum memilikinya maka bisa melakukan beberapa prosedur dan langkah seperti berikut ini:

  1. Pertama silahkan buka blangko pendaftaran di laman resmi OSS oss.go.id/oss.
  2. Jika sebelumnya sudah mempunyai akun maka bisa langsung login ke website IUMK Online.
  3. Pilihlah paper Perizinan Berusaha > klik Pembuatan Izin Perseorangan.
  4. Kemudian isi informasi sesuai dengan KTP dan klik Simpan > Selanjutnya.
  5. Selanjutnya silahkan ikuti langkah-langkah nan diberikan.
  6. Pada bagian blangko Komitmen Prasarana Usaha, Anda bisa mengusulkan permohonan Izin Lokasi dan Lingkungan jika dipersyaratkan, kemudian klik Selanjutnya.
  7. Pada tampilan NIB dan Izin Usaha bakal terlihat gimana cetakannya, dan Anda juga bisa mencetak IUMK dalam format QR melalui tombol Preview Izin Usaha QR.

Cara Daftar UMKM Online

Cara-Daftar-UMKM-Online

Pada bulan Oktober nan lalu, penyaluran biaya support untuk modal upaya UMKM sudah memasuki tahap 3. Program support ini bisa didapatkan dengan langkah pendaftaran nan cukup mudah. Adapun langkah daftar UMKM online nan perlu Anda lakukan adalah seperti berikut:

  1. Langkah pertama adalah mengunjungi situs resmi OSS di oss.go.id.
  2. Kemudian lanjutkan dengan melakukan login bagi nan sudah mempunyai akun di OSS.
  3. Jika belum maka bisa melakukan registrasi terlebih dulu melalui paper Registrasi.
  4. Apabila pembuatan akun telah selesai, maka Anda bisa langsung login dan klik tombol Perizinan Berusaha > klik Perseorangan.
  5. Jika sudah silahkan pilih paper Pendaftaran NIB sesuai dengan kegiatan upaya nan dimiliki.
  6. Lanjutkan dengan mengisi informasi secara komplit dan benar.
  7. Kemudian klik tombol Simpan dan Lanjutkan.
  8. Jika sudah klik pada tombol Tambah Usaha dan lengkapi kembali bagian blangko informasi usaha.
  9. Periksa kembali informasi nan telah dimasukkan, jika sudah betul makan silahkan klik Simpan dan Lanjutkan.
  10. Untuk jenis upaya dengan skala mini pada bagian blangko komitmen prasarana upaya bisa sekalian mengusulkan izin letak dan lingkungan jika dijadikan persyaratan.
  11. Lanjutkan dengan memerikan rangkuman informasi nan telah diisi sebelumnya.
  12. Kemudian centang pada kotak disclaimer dan klik proses NIB.

Perlu dicatat bahwa bagi pelaku upaya nan alamat usahanya berbeda dengan alamat domisili wajib melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU) nan telah disahkan oleh lembaga terkait. Agar langkah daftar UMKM online memenuhi semua persyaratan, maka Anda pun wajib melampirkan SKU ini.

Surat Keterangan Usaha (SKU)

Surat-Keterangan-Usaha-SKU

Seperti nan telah disinggung sebelumnya, salah satu syarat nan kudu dipenuhi ketika mendaftarkan diri sebagai calon penerima support UMKM 2023 adalah melampirkan Surat Keterangan Usaha. Khususnya bagi pelaku upaya nan mempunyai alamat upaya berbeda dengan alamat domisili di KTP.

Agar semua syarat terpenuhi dengan baik maka pelaku UMKM kudu membikin SKU nan biasanya dikeluarkan oleh instansi kelurahan alias kepala desa. Selanjutnya SKU tersebut bakal disahkan di instansi kecamatan sebagai salah satu bukti alias syarat nan dibutuhkan dalam pengajuan bantuan.

Karena di dalam SKU nan telah disahkan oleh kecamatan terdapat informasi mengenai presumption penduduk nan merupakan masyarakat di daerah tersebut dan betul mempunyai upaya seperti nan tertera pada Surat Keterangan Usaha.

Bagi Anda nan bakal membikin SKU maka perlu mempersiapkan beberapa syaratnya seperti surat pengantar dari RT, RW, KTP serta KK. Sebagai catatan, SKU nan disahkan dengan tandatangan dan stempel kecamatan ini hanya bertindak satu tahun saja.

Cara daftar UMKM online memang cukup mudah sehingga Anda bisa melakukannya meskipun hanya melalui perangkat smartphone saja. Sebelum mulai mendaftar, pastikan bahwa Anda sudah memenuhi semua persyaratan nan telah ditetapkan dan memang berkuasa untuk mendapatkannya.

 

Lihat Juga :

  • 11 Cara Mendapatkan Uang dari Internet untuk Pemula Jelas!!
  • 4 Aplikasi Whatsapp Offline agar Tidak Terlihat Online/Read
  • 10 Cara Hapus Background Foto Online Gratis & Hasil Rapih
  • 17 Aplikasi Download Lagu untuk Android Terbaik (Gratis!)
  • 8 Aplikasi Pinjaman Online Resmi nan Sudah Diawasi OJK
Aplikasi - rsddrsoebandi.id
Atas